Sejak kecil, saya memiliki kegemaran menggambar. Bagi saya, menggambar bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu luang, melainkan cara untuk menuangkan gagasan, mengungkapkan imajinasi, dan menciptakan sesuatu yang memiliki makna. Kegemaran itulah yang kemudian menuntun perjalanan pendidikan saya hingga berhasil menyelesaikan studi dan meraih gelar Sarjana Seni dari Institut Seni Indonesia.
Setelah menyelesaikan pendidikan, perjalanan profesional saya berkembang melalui bidang desain interior, kemudian berlanjut ke desain furnitur. Dari kedua bidang tersebut, saya belajar bahwa desain tidak hanya berbicara tentang keindahan dan bentuk, tetapi juga tentang fungsi, kenyamanan, kebutuhan manusia, serta nilai guna yang dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.
Seiring berjalannya waktu, ketertarikan saya terhadap kegiatan organisasi dan pemberdayaan masyarakat membawa saya menapaki jalur pengabdian yang berbeda. Saya kemudian menekuni profesi sebagai tenaga ahli pemberdayaan masyarakat. Pengalaman ini memperluas cara pandang saya bahwa kreativitas dan kemampuan merancang bukan hanya dibutuhkan untuk menghasilkan karya seni atau produk desain, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat dan mendorong kemajuan desa.
Bagi saya, seni, desain, dan pemberdayaan masyarakat memiliki benang merah yang sama: menciptakan sesuatu yang bernilai, menjawab kebutuhan, dan memberikan manfaat bagi orang lain.
Hari ini menjadi salah satu momen paling membanggakan dalam perjalanan hidup dan karier saya. Saya mendapatkan penghargaan sebagai pemenang desain logo BUMDesa. Karya yang berawal dari gagasan dan proses kreatif tersebut kini memperoleh kesempatan untuk menjadi identitas visual yang digunakan oleh BUMDesa di seluruh Indonesia.
Bagi seorang sarjana seni, pencapaian ini memiliki makna yang sangat mendalam. Sebuah karya seni atau desain tidak hanya mencapai keberhasilan ketika mendapatkan pengakuan, penghargaan, atau pujian. Lebih dari itu, keberhasilan tertinggi adalah ketika karya tersebut dapat diterima, digunakan, dan memberikan manfaat nyata bagi banyak orang.
Saya menyadari bahwa perjalanan ini bukan semata-mata tentang pencapaian pribadi. Ada proses belajar, pengalaman profesional, interaksi dengan banyak orang, serta kesempatan untuk terus mengembangkan diri. Semua itu menjadi bekal yang mempertemukan kegemaran menggambar sejak kecil dengan karya yang kini memiliki jangkauan manfaat lebih luas.
Penghargaan ini saya maknai bukan sebagai akhir perjalanan, melainkan sebagai dorongan untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi yang lebih besar. Saya percaya bahwa setiap orang memiliki potensi yang dapat dikembangkan, dan setiap keahlian akan menemukan nilai tertingginya ketika dipergunakan untuk menjawab kebutuhan serta membawa manfaat bagi sesama.
Dari seorang anak yang gemar menggambar, menjadi sarjana seni, menekuni desain interior dan furnitur, hingga mengabdikan diri dalam pemberdayaan masyarakat, perjalanan ini mengajarkan saya bahwa kreativitas dapat menemukan tempatnya di berbagai bidang kehidupan.
Bagi saya, inilah capaian tertinggi seorang sarjana seni: bukan hanya mampu menciptakan karya yang indah, tetapi juga menghasilkan karya yang hidup, digunakan, dan bermanfaat bagi banyak orang hingga label BUMDESA itu tidak lagi penting bagi masyarakat Desa.
Semoga logo BUMDesa ini menjadi bagian kecil dari langkah besar membangun desa-desa Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Sebab pada akhirnya, kebanggaan terbesar seorang pencipta bukan hanya terletak pada karya yang dihasilkan, melainkan pada manfaat yang ditinggalkannya bagi masyarakat dan masa depan bangsa.
Wahyu Hananto Pribadi
Sarjana Seni | Desainer | Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat



Tidak ada komentar:
Posting Komentar